TERKINI
Daydream Pakai Apple Intelligence untuk Ubah Foto Outfit di iPhone Jadi Hasil BelanjaMarvel’s Wolverine Rilis 15 September, Insomniac Ungkap Cara Mereka Menangkap Sisi Brutal dan Manusiawi LoganiOS 27 dan macOS Golden Gate 27 Resmi Rilis, Siri AI Jadi Perubahan Terbesar Apple Tahun IniGitHub Tambahkan Aktivitas VS Code Agents ke Metrik Copilot, Admin Kini Bisa Pantau Adopsi AI Agent

Daydream Pakai Apple Intelligence untuk Ubah Foto Outfit di iPhone Jadi Hasil Belanja

Nyaman membaca
Daydream Pakai Apple Intelligence untuk Ubah Foto Outfit di iPhone Jadi Hasil Belanja
ALEXA Insight
Lima intisari utama yang merangkum fakta, data, konteks, dan dampak terpenting dari artikel secara ringkas dan berimbang.
  • Daydream menambahkan dua fitur baru di iOS 27: pencarian fashion dari foto di Camera Roll dan pencarian produk lewat Siri tanpa harus membuka aplikasi.

  • Sistem dapat memecah satu foto outfit menjadi item seperti atasan, celana, sepatu, atau aksesori, lalu mencocokkannya dengan sekitar 3 juta produk di katalog Daydream.

  • Personalisasi makin dalam lewat Style Passport, tetapi pengguna tetap perlu memperhatikan data preferensi, riwayat pencarian, dan informasi akun yang dipakai aplikasi untuk menyusun rekomendasi.

Ringkasan dibuat dengan bantuan AI berdasarkan isi artikel.

ALEXA.ID — Screenshot outfit yang tersimpan di galeri iPhone kini bisa langsung berubah menjadi titik awal untuk belanja. Aplikasi fashion berbasis AI, Daydream, merilis dua fitur baru pada 14 September 2026 yang memanfaatkan kemampuan baru iOS 27 dan Apple Intelligence untuk mencari pakaian dari foto serta menjalankan pencarian produk lewat Siri.

Fitur pertama bekerja dengan menganalisis foto yang sudah ada di aplikasi Photos. Daydream memecah outfit menjadi beberapa bagian, seperti sweater, celana, sepatu, atau aksesori, lalu mencocokkannya dengan katalog sekitar 3 juta produk. Jika item asli masih tersedia, aplikasi bisa mengarahkannya kembali ke retailer terkait. Jika tidak, Daydream akan menampilkan alternatif yang mirip.

Fitur kedua membawa Daydream ke Siri.

Pengguna bisa meminta Siri mencari produk tertentu tanpa membuka aplikasi, misalnya blazer untuk rapat atau sepatu putih. Hasilnya kemudian diarahkan ke pengalaman pencarian Daydream yang sudah dipersonalisasi.

Foto Fashion Jadi Query Belanja

Selama ini, pencarian fashion berbasis gambar bukan konsep baru.

Google, Amazon, dan sejumlah aplikasi lain sudah menawarkan visual search.

Yang menarik dari pendekatan Daydream adalah konteks penggunaannya.

Pengguna tidak perlu lagi menyalin gambar ke aplikasi terpisah, mengetik nama model pakaian, atau mencoba menebak istilah yang tepat.

Cukup pilih foto dari galeri.

Aplikasi lalu mencoba memahami apa yang ada di dalam gambar.

TechCrunch memberi contoh bahwa screenshot outfit dari Instagram atau Pinterest dapat dipecah menjadi item individual dan dicari kembali di katalog Daydream.

Pendekatan ini masuk akal karena cara orang menemukan fashion memang sering dimulai dari visual, bukan nama produk.

Seseorang mungkin tahu bahwa ia menyukai sebuah jaket, tetapi tidak tahu istilah potongannya.

AI mencoba mengisi jarak itu.

Tidak Harus Cari Item yang Persis Sama

Daydream juga tidak hanya mencoba mencari produk identik.

Pengguna bisa meminta variasi.

TechCrunch mencontohkan permintaan seperti menyukai sebuah sweater tetapi ingin versi merah. Daydream dapat memakai gambar sebagai konteks awal lalu menerjemahkan preferensi tambahan itu menjadi pencarian baru.

Di sinilah AI mulai bergerak dari sekadar image matching menjadi pencarian berbasis intent.

Bukan cuma “ini barang apa?”

Tetapi juga “saya suka ini, tapi ingin versi yang sedikit berbeda.”

Untuk fashion, kemampuan semacam ini lebih relevan daripada pencarian gambar murni.

Siri Jadi Pintu Masuk ke Daydream

Fitur kedua memanfaatkan Siri AI di iOS 27.

Pengguna dapat mengatakan sesuatu seperti meminta Daydream mencari blazer untuk rapat, lalu sistem meneruskan permintaan itu tanpa harus membuka aplikasi secara manual.

Fungsi ini memperlihatkan arah baru aplikasi pihak ketiga di ekosistem Apple.

Siri tidak lagi hanya menjadi asisten untuk alarm, pesan, dan pengaturan perangkat.

Dengan dukungan developer tools di iOS 27, aplikasi seperti Daydream bisa menjadikan Siri sebagai pintu masuk ke layanan mereka sendiri.

Bagi pengguna, keuntungan utamanya adalah pengurangan langkah.

Tidak perlu buka aplikasi.

Tidak perlu masuk ke kolom pencarian.

Cukup bicara atau mengetik ke Siri.

Style Passport Membuat Hasil Lebih Personal

Daydream juga memakai fitur yang disebut Style Passport.

Fitur ini menyimpan informasi seperti ukuran, merek favorit, gaya pribadi, dan anggaran. Menurut CEO dan co-founder Daydream Julie Bornstein, hasil pencarian bisa menjadi lebih relevan jika pengguna sudah mengisi profil tersebut.

Artinya, hasil yang muncul tidak hanya bergantung pada gambar.

Ia juga dipengaruhi oleh preferensi pengguna.

Pendekatan ini membuat Daydream lebih dekat ke konsep personal shopper dibanding mesin pencari produk biasa.

Di App Store, Daydream menyebut dirinya sebagai AI personal shopper dan stylist, dengan akses ke lebih dari 10.000 merek dan jutaan produk.

Daydream Ingin Bergerak ke Shopping Agent

Dua fitur baru ini bukan tujuan akhir.

Bornstein mengatakan Daydream ingin membangun shopping agent yang memahami gaya pengguna cukup dalam untuk bekerja di berbagai konteks, bukan hanya di satu layar atau aplikasi.

Ini penting karena istilah agent mulai sering digunakan pada layanan AI konsumen.

Bedanya dengan mesin pencari biasa, agent diarahkan untuk memahami tujuan pengguna, menyimpan konteks, dan membantu menjalankan rangkaian tugas.

Dalam skenario fashion, itu bisa berarti:

mengenali gaya pengguna,

mengingat ukuran,

mengetahui merek favorit,

memahami anggaran,

lalu menemukan produk yang sesuai di berbagai retailer.

Daydream belum sampai pada tahap asisten belanja otonom penuh.

Namun fitur baru ini menunjukkan jalur ke arah sana.

Ada 1,5 Juta Shopper dan 10.000 Merek

Menurut TechCrunch, Daydream telah memiliki lebih dari 1,5 juta shopper yang menjelajahi produk dari lebih dari 325 retailer dan 10.000 merek.

Daftar itu mencakup merek seperti Uniqlo, J.Crew, Gucci, Reformation, Anthropologie, Dolce & Gabbana, dan Nordstrom.

App Store juga menyebut aplikasi ini memiliki katalog lebih dari 2 juta item dan mendukung pencarian fashion dari screenshot maupun percakapan natural language.

Perbedaan angka katalog antara sumber perlu dibaca sebagai perubahan yang mungkin terjadi dari waktu ke waktu atau perbedaan cara masing-masing sumber menghitung produk aktif.

Karena itu, angka katalog sebaiknya diperlakukan sebagai kisaran, bukan angka permanen.

Privasi Tetap Jadi Bagian yang Perlu Dibaca

Karena Daydream semakin personal, ada konsekuensi data.

App Store menyatakan bahwa aplikasi dapat mengumpulkan data seperti nama, email, nomor telepon, riwayat pencarian, identitas pengguna, interaksi produk, data penggunaan, dan diagnostik untuk fungsi aplikasi maupun personalisasi.

Ini bukan berarti aplikasi otomatis mengakses seluruh isi galeri pengguna.

Namun ketika fitur pencarian berbasis foto digunakan, pengguna tetap perlu memahami foto mana yang dipilih, data apa yang dikirim ke layanan, dan bagaimana informasi tersebut dipakai untuk personalisasi.

Hal yang sama berlaku untuk Style Passport.

Semakin banyak informasi ukuran, merek favorit, anggaran, dan pola pencarian yang diberikan, semakin baik rekomendasi yang mungkin dihasilkan.

Namun profil belanja pengguna juga menjadi lebih detail.

Akurasinya Tidak Selalu Sama dengan “Menemukan Barang Asli”

Ada batas lain yang perlu diperhatikan.

Pencarian visual tidak selalu berarti aplikasi menemukan produk yang persis sama.

Dalam banyak kasus, sistem justru menampilkan produk yang mirip.

TechCrunch menyebut jika item asli masih tersedia, Daydream dapat mencocokkannya dengan retailer terkait. Jika tidak tersedia, aplikasi akan menampilkan alternatif yang serupa.

Artinya, hasil tetap perlu dibaca sebagai rekomendasi.

Bukan identifikasi pasti.

Perbedaan material, potongan, warna, ukuran, atau detail desain tetap perlu diperiksa sebelum membeli.

Apple Intelligence Mulai Jadi Infrastruktur Aplikasi

Yang paling menarik dari pembaruan ini bukan hanya soal fashion.

Daydream menunjukkan bagaimana Apple Intelligence mulai dipakai sebagai lapisan untuk aplikasi pihak ketiga.

Di sini, Apple menyediakan kemampuan memahami konteks gambar dan integrasi Siri.

Daydream kemudian menambahkan katalog, model fashion, personalisasi, dan pencarian produk di atasnya.

Model seperti ini bisa menjadi pola baru.

Apple menangani konteks perangkat.

Aplikasi pihak ketiga membawa domain expertise.

Hasil akhirnya adalah pengalaman yang terasa lebih menyatu dengan sistem operasi.

Belanja dari Camera Roll Bukan Sekadar Fitur Gimmick

Kemampuan mencari barang dari screenshot terdengar sederhana.

Namun perilaku pengguna memang sudah bergerak ke sana.

Banyak inspirasi fashion ditemukan bukan di toko online, tetapi di Instagram, Pinterest, TikTok, atau foto orang lain.

Masalahnya, inspirasi itu biasanya berhenti sebagai gambar.

Daydream mencoba mengubah gambar tersebut menjadi query.

Dari sana, AI menerjemahkannya menjadi item yang bisa dicari, difilter, dan dibeli.

Jika berjalan akurat, ini bisa memangkas banyak langkah.

Namun nilai sebenarnya tetap bergantung pada kualitas hasil, ketersediaan produk, harga, dan seberapa baik aplikasi memahami preferensi pengguna.

Teknologi bisa menemukan pakaian lebih cepat.

Tetapi keputusan belanja tetap ada di tangan pengguna.

Sumber Rujukan

TechCrunch, Lauren Forristal — Fashion app Daydream uses Apple Intelligence to help you shop the outfits in your camera roll, 14 September 2026.

Apple App Store — Daydream: AI for Fashion — informasi mengenai katalog, dukungan Apple Visual Intelligence, fitur screenshot-to-shop, personalisasi, kompatibilitas, dan data aplikasi.

Apple App Store Editorial — Daydream menggunakan natural language dan image recognition untuk pencarian fashion dari lebih dari 10.000 merek.

Catatan Editor

Daydream menyebut katalog lebih dari 2 juta item di App Store, sementara TechCrunch menyebut sekitar 3 juta produk. Perbedaan ini kemungkinan berasal dari pembaruan katalog atau metode penghitungan yang berbeda, sehingga angka tersebut tidak diperlakukan sebagai angka statis.

Fitur baru memerlukan iPhone dengan iOS 27, Daydream terpasang, dan Siri AI aktif untuk pencarian melalui Siri.

Kemampuan mencocokkan item dari foto tidak menjamin aplikasi selalu menemukan produk asli yang sama. Dalam kondisi tertentu, sistem menampilkan produk alternatif yang dinilai serupa.

Cari di ALEXA.ID

Ketik minimal 2 karakter untuk hasil instan.

Jelajah kategori populer

Topik artikel hari ini

Tag yang paling sering muncul pada artikel terbit hari ini.

Belum ada topik bertag untuk hari ini.