TERKINI
Dosen Harus Bisa Menginspirasi di Tengah Perkembangan AIApple Akhirnya Ikut Tren Layar Lipat! Kenalan dengan iPhone Duo, Ponsel Lipat Premium Perdana Inovasi CupertinoEra Baru “Agentic AI” Tiba: AI Kini Bisa Bertindak Sendiri, Siapkah Indonesia?Bukan Lagi Pilihan, Teknologi Sah Jadi Penentu Nasib Industri Tanah Air di Masa Depan

Era Baru “Agentic AI” Tiba: AI Kini Bisa Bertindak Sendiri, Siapkah Indonesia?

ALEXA.IDLupakan kecerdasan buatan (AI) yang pasif dan hanya menunggu perintah Anda (prompt). Dunia kini sedang beralih ke revolusi Agentic AI—sebuah sistem cerdas yang tak sekadar menjawab pertanyaan, tetapi mampu merencanakan langkah, mengambil keputusan krusial, hingga mengeksekusi tugas secara mandiri.

Pertanyaannya bukan lagi tentang seberapa canggih teknologi ini, melainkan: Sudah siapkah Indonesia menghadapi AI yang kini bisa “berpikir” dan bertindak sendiri?

Bukan Lagi Sekadar Eksperimen

Tahun 2026 disebut sebagai momentum pembuktian. Menurut laporan Deloitte, proyek AI di seluruh dunia kini mulai bergeser dari sekadar uji coba (pilot project) menuju tahap produksi nyata.

Data dari IDC FutureScape 2026 juga menunjukkan tren agresif di kawasan Asia Pasifik, di mana porsi anggaran perusahaan untuk Agentic AI diproyeksikan melonjak dari 18 persen (2025) menjadi 29 persen pada 2026. Angka ini bukan tanpa alasan—Agentic AI diprediksi akan menyuntikkan kontribusi raksasa hingga USD 120 miliar terhadap PDB ASEAN pada tahun 2027 mendatang.

Membedah Kesiapan Tanah Air di Techpresso 2026

Di balik potensi ekonomi yang masif, teknologi otonom ini membawa pekerjaan rumah besar bagi Indonesia: regulasi yang belum teruji, infrastruktur komputasi, ketersediaan talenta, hingga ancaman keamanan siber tingkat tinggi.

Untuk mencari jalan keluarnya, Medcom.id menggelar forum diskusi panel strategis bertajuk Techpresso: “Agentic AI, Are We Ready?” pada 10 September 2026 di Grand Studio Metro TV, Jakarta. Forum ini membedah masa depan AI Indonesia melalui tiga kacamata utama:

  1. Regulasi & Infrastruktur (Pemerintah) Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, mengupas bagaimana negara menyiapkan infrastruktur komputasi nasional dan merancang kebijakan agar AI mendorong ekonomi tanpa membahayakan publik.

  2. Kemandirian Riset (Inovasi) Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menantang kesiapan Indonesia untuk menjadi AI Nation. Bisakah kita membangun ekosistem riset sendiri agar Indonesia tidak hanya berstatus sebagai “konsumen” teknologi asing?

  3. Pertahanan Siber (Keamanan) Presiden Direktur ITSec Asia, Patrick Dannacher, menyoroti risiko terbesar dari AI mandiri: arsitektur sistem otonom yang rentan diretas. Ia membedah lanskap ancaman regional dan strategi pertahanan siber yang wajib dimiliki perusahaan maupun negara.

Kehadiran Agentic AI memaksa kita menjawab pertanyaan fundamental: Ketika sistem digital sudah bisa bertindak secara otonom, siapa yang akan mengendalikan, mengatur, dan mengamankannya?

Indonesia tidak bisa lagi sekadar FOMO (ikut-ikutan tren) dalam adopsi teknologi. Kesiapan regulasi, infrastruktur, dan keamanan adalah harga mati agar kita siap mengendarai gelombang baru ini.

Ruang diskusi.

Tambahkan perspektifmu

IKLAN

Cari di ALEXA.ID

Ketik minimal 2 karakter untuk hasil instan.

Jelajah kategori populer

Topik artikel hari ini

Tag yang paling sering muncul pada artikel terbit hari ini.