TERKINI
Bukan Cuma Media Sosial, E-commerce dan Gim Mulai Masuk Radar PP TUNASKetika Platform Menentukan Siapa yang Bisa Berjualan: KPPU Usut Dugaan Diskriminasi Pasar Mobil DigitalGrab Sepakat Beli 60% Atome US$1,49 Miliar, Persaingan PayLater Asia Tenggara Masuk Babak BaruMeta Buka WhatsApp Business untuk AI Agent, Setup API Kini Bisa Lewat Percakapan

Grab Sepakat Beli 60% Atome US$1,49 Miliar, Persaingan PayLater Asia Tenggara Masuk Babak Baru

Nyaman membaca
Ilustrasi Grab Indonesia. (Bloomberg)
Ilustrasi Grab Indonesia. (Bloomberg)
ALEXA Insight
Lima intisari utama yang merangkum fakta, data, konteks, dan dampak terpenting dari artikel secara ringkas dan berimbang.
  • Grab menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi 60% Atome Financial senilai US$1,49 miliar tunai, termasuk US$260 juta modal pertumbuhan, dengan penyelesaian tahap pertama ditargetkan pada kuartal III 2027.

  • Atome membawa 25 juta pengguna kumulatif yang pernah bertransaksi, portofolio pinjaman bruto sekitar US$1 miliar, serta bisnis BNPL dan digital lending di lima pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

  • Grab juga memiliki mekanisme untuk membeli 40% saham tersisa sekitar dua tahun setelah tahap pertama selesai, memperlihatkan ambisi perusahaan memperbesar bisnis consumer finance di kawasan.

Ringkasan dibuat dengan bantuan AI berdasarkan isi artikel.

ALEXA.ID — Grab sedang menyiapkan salah satu langkah terbesarnya untuk masuk lebih dalam ke bisnis kredit konsumen Asia Tenggara. Perusahaan telah menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi 60% saham Atome Financial senilai US$1,49 miliar secara tunai, membawa bisnis paylater, pinjaman konsumen, kartu BNPL, dan digital lending Atome semakin dekat dengan ekosistem Grab.

Transaksi diumumkan pada 15 September 2026 oleh Grab Holdings bersama Atome Financial, Advance Intelligence Group Limited (AIGL), dan pihak terkait.

Dari nilai US$1,49 miliar tersebut, US$260 juta akan menjadi modal pertumbuhan baru bagi Atome Financial.

Namun Grab belum resmi menjadi pemegang saham pengendali Atome.

Penyelesaian tahap pertama ditargetkan pada kuartal III 2027 dan masih bergantung pada persetujuan regulator serta persyaratan penutupan transaksi lainnya.

Bagi Indonesia, kesepakatan ini layak diperhatikan karena Atome Financial tidak hanya mengoperasikan layanan Atome. Struktur bisnisnya juga mencakup Kredit Pintar, platform digital lending yang beroperasi di Indonesia.

Artinya, transaksi Grab–Atome bukan sekadar pembelian perusahaan paylater regional. Jika selesai, Grab mendapatkan jalur yang jauh lebih besar untuk memperluas bisnis kredit konsumennya di Asia Tenggara.

Grab Tidak Berhenti di 60%

Akuisisi dirancang berlangsung dalam dua tahap.

Pada tahap pertama, Grab akan membeli kepemilikan pengendali sebesar 60% Atome Financial dengan pembayaran tunai US$1,49 miliar.

Setelah transaksi tersebut selesai, Atome Financial akan dikonsolidasikan ke segmen Financial Services Grab. Tim manajemen Atome tetap akan menjalankan bisnis perusahaan.

Grab juga telah menyepakati mekanisme untuk membeli 40% saham yang tersisa sekitar dua tahun setelah penyelesaian tahap pertama.

Harga tahap kedua belum ditentukan sebagai angka tetap.

Nilainya akan bergantung pada performa Atome menjelang transaksi kedua.

Formula yang diumumkan menggunakan kombinasi kelipatan 13 kali annualized adjusted EBITDA dan 2,5 kali annualized revenue, dengan bobot masing-masing 75% dan 25%.

Valuasi ekuitas yang digunakan untuk perhitungan tersebut memiliki batas bawah US$2 miliar dan batas atas US$4,5 miliar.

Sedikitnya 50% pembayaran tahap kedua akan dilakukan secara tunai.

Struktur tersebut berarti total biaya Grab untuk memiliki seluruh Atome belum dapat dihitung secara pasti hari ini.

Atome Bukan Cuma PayLater

Nama Atome lebih dikenal melalui Buy Now, Pay Later (BNPL) atau skema beli sekarang bayar nanti.

Namun bisnis Atome Financial sudah bergerak lebih luas.

Perusahaan menjalankan BNPL, pinjaman tunai konsumen, kartu BNPL, dan digital lending.

Operasinya mencakup Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Thailand.

Menurut Grab, Atome Financial telah memiliki sekitar 25 juta cumulative transacted users.

Istilah tersebut perlu dibaca dengan tepat.

Angka 25 juta merupakan jumlah kumulatif pengguna yang pernah bertransaksi, bukan berarti Atome memiliki 25 juta pengguna aktif bulanan saat ini.

Atome juga membawa jaringan lebih dari 30.000 merek serta portofolio pinjaman bruto sekitar US$1 miliar.

Skala tersebut memberi Grab jalan yang lebih cepat untuk memperbesar consumer lending dibanding membangun seluruh jaringan, teknologi, dan basis konsumennya dari awal.

Indonesia Masuk Langsung dalam Peta Akuisisi

Indonesia bukan pasar sampingan dalam transaksi ini.

Atome Financial memiliki eksposur langsung di Indonesia, termasuk melalui Kredit Pintar.

Grab sendiri sudah membangun jejak layanan keuangan di Tanah Air melalui berbagai produk dalam ekosistemnya dan keterkaitannya dengan Superbank.

Jika transaksi Atome selesai, lapisan layanan finansial di sekitar ekosistem Grab menjadi semakin lebar.

Dari pembayaran hingga perbankan digital.

Dari pembiayaan mitra hingga kredit konsumen.

Dari layanan asuransi hingga BNPL dan digital lending.

Namun belum ada pengumuman bahwa seluruh layanan tersebut akan dilebur menjadi satu produk.

Belum ada pula rincian bahwa Atome atau Kredit Pintar akan langsung muncul di aplikasi Grab Indonesia setelah transaksi selesai.

Karena itu, integrasi produk tidak boleh diasumsikan sebelum diumumkan perusahaan atau mendapat persetujuan yang diperlukan.

Grab Juga Mengincar Mesin Penilaian Kredit Atome

Ada sisi teknologi yang membuat transaksi ini lebih besar daripada membeli basis pengguna.

Grab secara khusus menyoroti AI-powered lending infrastructure milik Atome.

Teknologi tersebut digunakan dalam proses underwriting, yakni penilaian terhadap kemampuan dan risiko calon peminjam sebelum kredit diberikan.

Grab berencana menggabungkan kemampuan itu dengan data dan insight dari ekosistemnya.

Secara bisnis, kombinasi tersebut berpotensi membantu perusahaan menilai calon peminjam dengan lebih cepat dan memperluas layanan kepada pengguna yang belum memiliki riwayat kredit formal yang kuat.

Grab juga mengatakan kombinasi teknologi kedua perusahaan dapat memperkuat pengelolaan risiko.

Namun klaim tersebut masih merupakan target dan proyeksi perusahaan.

Hasil sebenarnya baru dapat dinilai setelah integrasi berlangsung.

Data Pengguna Akan Menjadi Pertanyaan Penting

Ketika teknologi underwriting bertemu dengan ekosistem digital yang besar, ada satu isu yang tidak boleh tertinggal: data pribadi.

Penilaian kredit modern dapat menggunakan berbagai data untuk membantu mengukur risiko.

Tetapi penggunaan data tersebut tetap harus mengikuti aturan yang berlaku di masing-masing negara.

Di Indonesia, persoalannya bersinggungan dengan perlindungan data pribadi, regulasi sektor jasa keuangan, persetujuan pengguna, keamanan data, serta prinsip pemberian kredit yang bertanggung jawab.

Karena itu, integrasi teknologi Grab dan Atome nantinya tidak hanya akan dinilai dari seberapa cepat kredit bisa diberikan.

Pertanyaan yang sama pentingnya adalah data apa yang digunakan, atas dasar apa data tersebut diproses, dan bagaimana pengguna mendapatkan transparansi mengenai keputusan kredit.

Pengumuman transaksi saat ini belum menjelaskan secara rinci bagaimana integrasi data lintas layanan akan diterapkan.

Grab Targetkan Portofolio Pinjaman Lebih dari US$6 Miliar

Skala ambisi Grab terlihat dari target setelah Atome masuk ke Financial Services.

Grab memperkirakan Atome bersama bisnis layanan keuangan lainnya dapat menghasilkan Adjusted EBITDA US$500 juta pada 2028.

Pada periode yang sama, perusahaan menargetkan gross loan portfolio lebih dari US$6 miliar.

Grab juga menaikkan target grup untuk 2028 menjadi Adjusted EBITDA US$1,7 miliar serta pertumbuhan pendapatan tahunan majemuk lebih dari 30% dari 2025 hingga 2028.

Namun angka tersebut merupakan target perusahaan, bukan kinerja yang sudah dicapai.

Realisasinya masih bergantung pada penyelesaian transaksi, pertumbuhan bisnis, kondisi ekonomi, kualitas kredit, regulasi, dan sejumlah risiko lain.

Grab Semakin Serius Menjadi Platform Keuangan

Transaksi Atome memperlihatkan perubahan yang semakin jelas dalam arah bisnis Grab.

Transportasi dan pengiriman masih menjadi bagian penting ekosistem perusahaan.

Namun layanan keuangan semakin mendapat porsi strategis.

Reuters Breakingviews mencatat Financial Services menyumbang sekitar 13% pendapatan grup Grab, sementara Atome membawa sekitar US$1 miliar portofolio pinjaman.

Ada pula perbedaan basis pengguna yang membuat kombinasi keduanya menarik.

Bisnis lending Grab selama ini memiliki hubungan kuat dengan driver dan merchant dalam ekosistemnya.

Atome lebih dekat ke consumer lending.

Jika keduanya digabungkan, Grab dapat memperluas jangkauan kredit dari mitra pengemudi dan merchant menuju konsumen yang jauh lebih luas.

Itulah mengapa transaksi US$1,49 miliar ini tidak cukup dibaca sebagai akuisisi fintech biasa.

Grab sedang memperbesar lapisan keuangan di dalam ekosistem digitalnya.

Persaingan PayLater Asia Tenggara Masuk Babak Baru

Masuknya Grab sebagai calon pemegang saham pengendali Atome juga berpotensi mengubah peta persaingan BNPL di Asia Tenggara.

Jika transaksi selesai, Atome memperoleh akses lebih dekat ke ekosistem Grab.

Grab menyebut memiliki hampir 54 juta Monthly Transacting Users.

Atome membawa basis pengguna, jaringan merchant, portofolio kredit, dan infrastruktur lending sendiri.

Secara strategis, peluang cross-selling cukup besar.

Pengguna Grab berpotensi menjadi sasaran produk pembiayaan.

Merchant Atome berpotensi mendapat akses ke ekosistem Grab.

Teknologi underwriting kedua perusahaan juga dapat digunakan untuk memperluas penyaluran kredit.

Namun pertumbuhan kredit selalu memiliki sisi lain.

Semakin mudah akses pembiayaan, semakin penting kemampuan platform mencegah pengguna mengambil utang melampaui kemampuan membayar.

Grab menyebut pencegahan over-indebtedness sebagai salah satu area yang ingin diperkuat melalui teknologi dan pengelolaan risiko.

Efektivitasnya baru dapat diuji ketika integrasi benar-benar berjalan.

Transaksi Belum Selesai, Regulator Masih Menentukan

Ada perbedaan besar antara menandatangani kesepakatan akuisisi dan menyelesaikan akuisisi.

Saat ini para pihak telah menandatangani definitive agreements.

Grab belum resmi memiliki 60% Atome Financial.

Tahap pertama masih membutuhkan persetujuan regulator dan pemenuhan persyaratan transaksi sebelum target penyelesaian pada kuartal III 2027.

Tahap kedua bahkan baru direncanakan sekitar dua tahun setelah tahap pertama selesai.

Harga untuk 40% saham yang tersisa juga belum final karena bergantung pada performa Atome.

Dengan struktur seperti itu, perjalanan menuju kemungkinan kepemilikan penuh masih membutuhkan waktu beberapa tahun.

Tetapi arah strateginya sudah terlihat.

Grab ingin Financial Services menjadi mesin pertumbuhan yang lebih besar.

Atome memberi perusahaan jalan masuk langsung ke consumer finance di beberapa pasar utama Asia Tenggara.

Apa Artinya bagi Pengguna Indonesia?

Untuk pengguna Indonesia, belum ada perubahan produk yang terjadi hanya karena kesepakatan diumumkan.

Atome dan Kredit Pintar tidak otomatis berubah menjadi layanan Grab hari ini.

Belum ada pengumuman mengenai perubahan merek, integrasi aplikasi, harga layanan, limit kredit, bunga, biaya, maupun mekanisme penilaian kredit untuk pengguna Indonesia akibat transaksi tersebut.

Pertanyaan mengenai pengelolaan data antarplatform juga belum terjawab secara rinci.

Itulah bagian yang perlu diperhatikan setelah regulator mulai memproses transaksi dan perusahaan mengungkap rencana integrasi lebih jauh.

Jika seluruh tahap akhirnya terealisasi, Grab akan bergerak semakin jauh dari identitas awalnya sebagai aplikasi transportasi.

Perusahaan akan memiliki posisi lebih dalam pada pembayaran, perbankan digital, dan kredit konsumen.

Persaingan platform digital Asia Tenggara pun tidak lagi hanya soal siapa yang memiliki pengguna transportasi atau pesan-antar terbesar.

Pertarungannya bergerak ke lapisan yang lebih dekat dengan kehidupan finansial pengguna: siapa yang memproses pembayaran, menyimpan dana, menilai kelayakan kredit, dan memberikan pinjaman.

Sumber Rujukan

Grab Holdings Limited, 15 September 2026 — pengumuman resmi mengenai kesepakatan akuisisi mayoritas Atome Financial, struktur transaksi dua tahap, modal pertumbuhan, cakupan pasar, portofolio pinjaman, teknologi lending, target Financial Services, serta persyaratan penyelesaian transaksi.

Reuters Breakingviews, 16 September 2026 — analisis mengenai posisi Atome dalam ekspansi consumer finance Grab, termasuk portofolio pinjaman Atome dan kontribusi Financial Services terhadap bisnis Grab.

Catatan Editor

Grab belum resmi menguasai Atome Financial ketika artikel ini ditulis. Para pihak baru menandatangani kesepakatan akuisisi, sedangkan pembelian 60% saham masih menunggu persetujuan regulator dan ditargetkan selesai pada kuartal III 2027. Karena itu, ALEXA.ID menggunakan istilah “sepakat mengakuisisi” dan tidak menyebut transaksi ini telah selesai.

Angka 25 juta cumulative transacted users juga bukan 25 juta pengguna aktif. Angka tersebut merujuk pada jumlah kumulatif pengguna yang pernah melakukan transaksi di platform Atome.

ALEXA.ID juga belum menemukan rincian dalam pengumuman transaksi mengenai bagaimana data pengguna Grab, Atome, dan Kredit Pintar nantinya akan diintegrasikan untuk penilaian kredit. Karena itu, pembahasan mengenai pemanfaatan data dalam artikel ini ditempatkan sebagai isu yang perlu diperhatikan, bukan sebagai pernyataan bahwa pertukaran data lintas platform sudah dilakukan.

Nilai transaksi sengaja dipertahankan dalam US$1,49 miliar, bukan langsung dikonversi menjadi “Rp26 triliun”. Konversi rupiah bergantung pada kurs dan waktu perhitungan, sedangkan nilai resmi kesepakatan diumumkan dalam dolar AS.

Cari di ALEXA.ID

Ketik minimal 2 karakter untuk hasil instan.

Jelajah kategori populer

Topik artikel hari ini

Tag yang paling sering muncul pada artikel terbit hari ini.