ALEXA.ID — Pengembang perangkat lunak manajemen pencetakan PaperCut merilis rilis pemeliharaan keamanan terbaru untuk lini produk PaperCut NG dan MF pada Kamis lalu. Pembaruan ini secara resmi menggantikan seluruh rilis patch darurat sebelumnya yang sempat diluncurkan untuk menutupi dua celah keamanan kritis yang sedang aktif dieksploitasi oleh penjahat siber di berbagai belahan dunia.
Perusahaan menyatakan bahwa versi baru yang mencakup PaperCut NG/MF versi 26.0.5, 25.0.13, dan 24.1.10 kini sudah tersedia dan dapat langsung diunduh oleh para pelanggan. Berbeda dari patch darurat yang diterbitkan secara cepat, pembaruan rutin ini telah melalui seluruh proses pengujian penjaminan kualitas (Quality Assurance/QA) dan standar pengujian rilis yang komprehensif.
Menggantikan Patch Darurat dengan Pengujian Menyeluruh
Pembaruan pemeliharaan berkala ini menggantikan rilis patch darurat 1, 2, dan 3. Di dalam rilis baru ini, PaperCut tidak hanya memasukkan seluruh perbaikan keamanan darurat sebelumnya, tetapi juga menambahkan pengetatan keamanan sistem (security hardening) ekstra.
Langkah penanganan ini diambil setelah dua celah keamanan kritis terdeteksi dimanfaatkan secara aktif oleh peretas. Pembaruan ini sekaligus memperbaiki dua masalah regresi teknis serta menyediakan mitigasi terhadap potensi rantai serangan (attack chains) yang dapat dimanfaatkan untuk membobol infrastruktur organisasi.
Dua celah keamanan yang dimaksud adalah CVE-2026-81578 dan CVE-2026-82078. Kedua kerentanan tersebut terbukti dimanfaatkan peretas di alam liar untuk melewati proses autentikasi (authentication bypass) dan mengeksekusi kode berbahaya secara sewenang-wenang (arbitrary code execution) pada sistem yang belum diperbaiki.
Eksploitasi Massal Mengincar Sektor Pendidikan
Dua firma keamanan siber, GreyNoise dan Blackpoint Cyber, menemukan fakta bahwa celah tersebut telah dimanfaatkan secara masif oleh aktor ancaman yang diduga berbahasa Rusia. Peneliti mendeteksi bahwa peretas memanfaatkan kedua celah tersebut untuk membobol sedikitnya 395 organisasi di 48 negara, dengan konsentrasi serangan terbesar berada di sektor pendidikan Amerika Serikat.
Serangan ini dilancarkan melalui alamat IP sumber 45.142.193[.]132. Aktivitas mencurigakan dari alamat tersebut terdeteksi melakukan pemindaian berulang dan penetrasi otomatis ke instalasi PaperCut yang terhubung ke jaringan internet publik.
Penggunaan Ratusan Agen AI oleh Peretas
Salah satu poin penting dalam laporan GreyNoise dan Blackpoint Cyber adalah taktik yang digunakan pelaku. Serangan dilancarkan secara skala besar memanfaatkan ratusan agen kecerdasan buatan (AI agents) yang ditenagai oleh kerangka kerja OpenAI Codex dan model AI dari DeepSeek.
Meskipun jangkauan peretasannya sangat luas, sistem otomatisasi serangan tersebut tampaknya diprogram untuk menghindari target di wilayah tertentu. Peneliti mencatat bahwa entitas yang berlokasi di Rusia, Cina, Hong Kong, Thailand, Iran, serta 23 negara lainnya sengaja dikecualikan dari sasaran peretasan.
Pihak GreyNoise menyampaikan bahwa motif pasti dari aktor ancaman ini belum diketahui secara sepenuhnya. Ada kemungkinan pelaku fokus mengembangkan akses awal (access development) untuk dijual kembali kepada kelompok peretas lain, atau berniat memanfaatkan akses tersebut secara langsung untuk tindakan lanjutan seperti pencurian data dan penyebaran ransomware.
Saran Migrasi Bagi Seluruh Pengguna
Mengingat eksploitasi masih terus berlangsung, PaperCut mengimbau seluruh pengelola sistem untuk segera menerapkan perbaikan terbaru demi keamanan optimal. Pelanggan yang saat ini masih menggunakan versi patch darurat sangat disarankan untuk segera beralih ke versi pemeliharaan resmi terbaru yang lebih stabil dan teruji.






